Kata Mereka Tentang Senja

penggambaran tentang senja

Senja merupakan bagian waktu separuh hitam di bumi setelah matahari terbenam serta tenggelam. Senja identik dengan perasaan rindu serta berhubungan dengan perasaan cinta.

Banyak yang menggemari senja sebab kita dapat menikmati panorama alam langit yang dihiasi corak orange ataupun jingga yang menenangkan serta berlangsung begitu pendek. Bisa jadi sebab perihal tersebut, yang menjadikan senja dikala yang istimewa.

Senja senantiasa jadi waktu sangat ditunggu. Senja seakan senantiasa dapat membuat seorang jadi puitis serta romantis.

Senja sanggup menghipnotis siapapun yang melihatnya.

Banyak yang menjadikan senja bagaikan momen buat bersajak dengan menguntai perkata indah. Dari momen pendek itu dapat terbentuk perkata ataupun kutipan senja, bergantung atmosfer hati.

Kata senja pula kerap disebut- sebut dalam tiap puisi ataupun lagu. Senja pula jadi satu di antara objek gambar sangat diburu orang- orang di segala dunia.

Berikut kata kata bijak tentang senja, yang kehadirannya terkesan indah serta romantis, semacam dikutip dari Titikdua, Sepositif, serta Goodminds.

1.” Satu perihal yang tidak dapat tenggelam bersama kehadiran senja. Itu merupakan rasa”.

2.” Senja hendak senantiasa semacam itu. Tiba dengan keindahannya, serta kemudian hendak berangkat begitu saja dengan sangat kilat, tergantikan dengan kehampaan malam yang sepi”.

3.” Sebab senja tidak sempat memintamu menunggu”.

4.” Senja tidak sempat salah. Cuma kenanganlah yang kadangkala buatnya basah. Serta pada senja, kesimpulannya kita mengaku kalah”.

5.” Bila kalian merindukan seorang, tataplah matahari sore. Kirimkan pesan rindumu untuknya melalui senja”.

6.” Diantara senja serta keheningan di tempat ini, mengingatmu jadi banyak aktivitas kecil yang membahagiakan.”

7.” Senja bagaikan masa kecil, dia ditatap heran bukan sebab indah saja, tetapi pula sebab tiba sebentar”.

8.” Kehadiran senja yang menenggelamkan matahari mengarahkan pada kita, kalau seluruh suatu tidak terdapat yang abadi.”

9.” Cobalah jadi malam supaya kau ketahui rasanya rindu, serta jadilah senja sesekali supaya kau ketahui maksudnya menanti.”

10.” Telah banyak senja yang kulalui, tetapi belum sempat kulewati senja yang membawamu kembali”.

11.” Saya mencintaimu sebanyak hujan. Kau mencintaiku sesingkat senja. Semacam hujan, saya jatuh cinta berulang kali. Semacam senja, kau jatuh cinta setelah itu berangkat”.

12.” Sekalipun cuma sejenak, Tetapi senja berangkat meninggalkan rasa hidup ini amat teramat pendek. Titipkanlah asa”.

13.” Malam membuatku mau menulis rindu, bukan buat kau baca. Sebab rindu yang sebetulnya sudah kau tinggal di tepian senja”.

14.” Senja mengarahkan kita kalau suatu yang nampak indah sebagian besar cuma bertabiat sedangkan”.

15.” Nyatanya ia bukan senja, jingganya tidak hangatkan cedera. Ia cumalah angin yang semata- mata singgah setelah itu berangkat”.

16.” Layung senja sudah mencuatkan cahaya indahnya. Hendak namun, mengapa kalian masih saja senantiasa di posisi yang sama serta dengan perasaan yang sama”.

17.” Matahari yang tenggelam hendak mengarahkan pada kita, supaya dapat menghargai apa yang diberikan matahari buat kita”.

18.” Senja mengarahkan pada kita, kalau kehidupan tidak senantiasa berjalan dengan brilian serta bersinar”.

19.” Senja memanglah begitu indah, tetapi sinar mentari senantiasa tidak tergantikan, walaupun dengan parafin yang bersinar sangat cerah sekalipun”.

20.” Bukan senja namanya bila tidak sendu, bukan senja namanya bila tidak sepi, serta bukan senja namanya bila tidak mencipta rindu”.

21.” Senja lebih tau gimana metode mengatakan rindu tanpa dikenal oleh angin serta pula derai napas yang menderu”.

22.” Senja lebih mengerti kalau kita merupakan sejoli insan yang merajut cerita, tetapi belum dapat terselesaikan”.

23.” Di dalam pelukan si senja, diriku mengharapkan suatu asa, yang bisa membuat semesta yang fana jadi semesta yang penuh corak”.

24.” Dikala itu, hujan gerimis di kala Si Dewi malam beranjak jadi saksi”.

25.” Ingat, setia itu memanglah susah, tetapi simaklah jingga. Senantiasa menggenapkan rupanya, demi senja di tiap harinya”.

26.” Kita memanglah ditakdirkan buat jauh raga oleh jarak. Tetapi, kita pula ditakdirkan buat memandang senja yang sama tanpa jarak”.

27.” Mengapa senja terdengar lebih romantis dari fajar? Sebab perpisahan hendak lebih gampang dikenang dari pada pertemuan”.

28.” Dikala senja menyapa, saya menyadari kalau masih banyak perihal indah yang Tuhan mengadakan tidak hanya kalian”.

29.” Senja mengarahkan kalau menanti itu tidak gampang, berjuang juga pula sama susahnya. Terlebih wajib berjuang menunggu seorang dalam ketidakpastian”.

30.“ Senja memanglah indah, tetapi kala berangkat dia hendak betul- betul lenyap. Tidak semacam matahari, walaupun dia berangkat, dia senantiasa terdapat, ialah menerangi bagian lain”.

31.” Senja senantiasa menggiring keceriaan mengarah kegelapan. Bisa jadi cuma mereka yang bersyukur yang sanggup menyeka air mata buat memandang bintang”.

32.” Berdiri di dasar langit di tengah hujan tidak membuatku gentar. Saya yakin, tiada hari yang indah dikala senja terletak di pelupuk mata”.

33.” Tanpamu saya seragam daun kering yang dilepaskan ranting, terbawa angin tanpa arah serta tanpa mau”.

35.” Bisa jadi nanti hendak terdapat senja yang hening untukmu, satu persatu kenangan mulai kau ingat, serta tersenyum kala giliranku melalui”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *